SEMUA orang tahu racun sangat berbahaya. Jangankan racun, keracunan makanan pun ditakuti.
Bagaimanapun, tidak ramai orang yang tahu betapa bahayanya dosa. Ia lebih berbahaya daripada racun.
Dosa membuatkan seseorang merana di dunia dan akhirat. Paling teruk kalau terminum racun orang akan mati tetapi bahaya dosa orang akan dibakar di neraka dan sebelum dibakar api neraka, orang berdosa ini terlebih dulu membakar yakni menyusahkan orang lain di dunia.
Ada orang kata dosa adalah soal peribadi masing-masing, buat masing-masing tanggung, jaga kubur masing-masing.
Sangat tidak betul kata-kata itu. Kubur kita orang lain yang gali manakala kubur orang lain terkadang kita yang kena uruskan.
Maknanya dosa yang kita lakukan akan menyusahkan orang lain. Peminum arak rasa itu perbuatan peribadi, duit dia dan kalau mabuk dia yang terhoyong-hayang.
Memanglah duit dia tetapi jika dah mabuk dia langgar orang, dah berapa ramai mangsa kemalangan angkara pemabuk. Rumah tangga lintang pukang dek kerana arak. Kan menyusahkan orang tu.
Antara bahaya dosa yang banyak itu ialah:
(1) Akan dicabut daripadanya nur iaitu cahaya dan seri keimanan terutama apabila melakukan dosa besar. Muka yang tidak pernah dibasahi air wuduk akan kehilangan serinya. Wajah inilah yang akan menerangi anggota wuduk di akhirat nanti.
(2) Tertutup daripada kebenaran. Maknanya pendosa mana baik dan buruk tetapi tak ikut kebaikan, dia tahu yang buruk tetapi tidak dapat meninggalkannya.
(3) Hilang rasa spontan terhadap amal kebaikan dan ganjaran serta tawaran pahala. Bila sebut syurga dia tidak teringin, bila disebut neraka tidak takut apa pun malah mengejek masuk neraka bukan seorang.
(4) Berat dan payah benar apabila ingin beramal sebaliknya mudah dan ringan apabila diajak melakukan dosa dan maksiat.
Menurut ibnu al Qayyim, sesiapa yang melakukan dosa pada waktu malam, dia amat berat untuk melakukan amal pada siang kerana dosa yang dilakukan pada waktu malam menghalang beramal dan begitulah sebaliknya.
(5) Dosa membuatkan hati jadi keras dan degil. Payah benar nak dengar nasihat. Dia nasihat orang boleh tapi sangat berat bila ditegur. Suka bertekak, berbalah dan tidak menghormati orang lain. Bahasanya kasar dan tidak menghormati perasaan orang lain.
(6) Dosa derhaka kepada orang tua boleh berjangkit kepada anak-anak. Allah membalas dengan tindakan anak yang akan menyakitkan hatinya sebagaimana dia menyakiti ibubapanya.
(7) Dosa menjadi hijab doa payah diterima Allah. Ada riwayat yang menyatakan sesiapa makan makanan haram, doanya tidak diterima Allah selama 40 hari.
(8) Terkadang dosa menjadi penghalang daripada mendapat dan menemui jalan penyelesaian.
(9) Dosa menjadi penyebab turunnya bala Allah. Ada satu hadis, Rasul bersabda yang maksudnya apabila nampak sangat zina dan riba, sesungguhnya mereka mengizinkan Allah menurunkan azab.
Saturday, 12 November 2011
Friday, 11 November 2011
Itulah CINTA
Adakah tapak tanganmu berkeringat, hatimu berdebar kencang dan suaramu tersekat di dadamu? Itu bukan Cinta, itu SUKA.
Adakah kamu tidak dapat melepaskan pandangan mata darinya? Itu bukan Cinta, itu NAFSU.
Adakah kamu menginginkannya kerana kamu tahu ia ada di sana? Itu bukan Cinta, itu KESEPIAN.
Adakah kamu mencintainya kerana itulah yang diinginkan semua orang? Itu bukan Cinta, itu KESETIAAN.
Adakah kamu tetap mengatakan kamu menyintainya kerana kamu tidak ingin melukai hatinya? Itu bukan Cinta, itu BELAS KASIHAN.
Adakah kamu menjadi miliknya kerana pandangan matanya membuat hatimu melompat? Itu bukan Cinta, itu TERGILA-GILA.
Adakah kamu memaafkan kesalahannya kerana kamu mengambil berat tentangnya? Itu bukan Cinta, itu PERSAHABATAN.
Adakah kamu mengatakan padanya bahawa setiap hari hanya dia yang kamu fikirkan? Itu bukan Cinta, itu DUSTA.
Adakah kamu rela memberikan semua perkara yang kamu senangi untuk kepentingan dirinya? Itu bukan Cinta, itu KEMURAHAN HATI.
Tetapi
Adakah kamu tetap bertahan kerana campuran antara kesakitan dan kegembiraan yang membutakan dan tak terfahami … menarikmu mendekati dan tetap bersamanya? ITULAH CINTA.
Apakah kamu menerima kesalahannya kerna itu bahagian dirinya dan siapa dirinya? Jika demikian, ITULAH CINTA.
Adakah kamu tertarik dengan orang lain tapi setia dengannya tanpa penyesalan? Jika demikian, ITULAH CINTA.
Adakah kamu menangis kerana kesakitannya walaupun saat itu dia kuat? ITULAH CINTA.
Adakah hatimu sakit dan hancur ketika dia bersedih? ITULAH CINTA.
Adakah hatimu gembira ketika dia berbahagia? ITULAH CINTA.
Adakah matanya melihat hatimu dan menyentuh jiwamu begitu mendalam sehingga menusuk? Yang demikian itulah namanya CINTA!
Erti Cinta Dan Perkahwinan
Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya boleh menemukannya?
Gurunya menjawab,”Ada ladang gandum yang luas di depan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, ertinya kamu telah menemukan cinta”
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?”
Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja, dan masa berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik). Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak ku ambil ranting tersebut.
Ketika ku melanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusedari bahawasanya ranting-ranting yang ku temukan kemudian tak sebaik dan secantik ranting yang tadi, jadi tak ku ambil sebatang pun pada akhirnya”
Gurunya kemudian menjawab “Jadi itulah yang dikatakan cinta“
Pada hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, “Apa itu perkawinan? Bagaimana saya boleh menemukannya?”
Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur di depan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, kerana ertinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-sederhana saja, tidak terlalu lurus batangnya. Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”
Plato pun menjawab, “Sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan ku rasa tidaklah buruk sangat, jadi ku putuskan untuk menebangnya dan membawanya ke sini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya”
Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan itulah yang dikatakan perkahwinan“
Moral :
Oleh itu carilah cinta dan dapatkan perkahwinan. Kerana kita tidak mungkin memperoleh sebenar seperti yang kita impikan. Hidup ini hanya kesempatan yang sedikit dan sementara. Tidak mungkin akan terpenuhi segala yang kita mahu. Terimalah seadanya apa yang Allah dah tentukan untuk kita.
Tuesday, 8 November 2011
Cinta Sejati "Suami-Isteri Dunia dan Akhirat"
.•*ღ☆ღ♥ بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم ♥ღ☆ღ
Alloh Azza Wa Jalla berfirman,
“Surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang saleh dari orangtuanya, isteri-isterinya dan anak cucunya.” (QS. Ar-Ra’d: 23).
”Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan.” (QS. Az-Zukhruf: 70).
Alloh Azza Wa Jalla berfirman, (dalam hadits qudsi), “Kecintaanku terwujud kepada dua orang yang saling mencintai karenaku.” (HR. Ahmad, Ath-Thabrani, dan Hakim dari Ubadah bin Shamit dan dishahihkan al-Albani dalam kitab Shahih al-Jami’). Alloh juga berfirman (dalam hadits qudsi),
“Di mana orang-orang yang saling mencintai karena kemuliaan-Ku. Hari ini (di Padang Mahsyar) Aku memberikan naungan-Ku kepada mereka, pada hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Ku.” (HR. Muslim).
Jika tingkat keimanan antara suami dan istri tidak sama maka mereka tidak dapat bersanding karena berada di level surga yang berbeda.
Ibnu Katsir dalam tafsir surat Al Haaqqah menyebutkan hadits shahih dari Ibnu
Abi Hatim bahwa penduduk surga tingkat yang atas dapat mengunjungi penduduk surga di tingkat bawahnya namun penduduk surga tingkat yang bawah tidak dapat mengunjungi penduduk surga di tingkat atasnya.
Maka cinta sejati diperoleh dengan kerjasama dalam urusan dunia dan akhirat, sehingga berada dalam keimanan yang sama.
Nabi Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda:
“Semoga Alloh memberikan rahmat kepada seseorang yang bangun malam kemudian sholat dan membangunkan istrinya lalu ia pun sholat, jika istri enggan ia percikkan air dimukanya. Dan semoga Alloh swt memberikan rahmat kepada istri yang bangun malam kemudian sholat dan membangunkan suaminya lalu ia pun sholat, jika suami enggan ia percikkan air dimukanya” (HR. Ahmad - Abu Dawud).
Para istri generasi salaf biasa berkata pada suaminya:
“Takutlah pada Alloh, janganlah engkau mencari rizki yang haram karena kami mampu menahan lapar, tetapi kami tak akan mampu menahan siksa neraka.”(Pengantin Islam. Abdullah Nashih Ulwan. Al Ishlahy Press. 1993: Jakarta).
“Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Alloh menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An Nisaa’: 19).
Ujian eksternal dapat diatasi jika internal rumah tangganya solid.
Sedangkan ujian internal yang dominan ialah adanya sifat-sifat pasangan yang tidak disukai. Jika sifat itu merupakan hal buruk maka harus diubah secara hikmah, dan baik suami maupun istri harus mau mengubah kebiasaan buruknya. Namun ada juga sifat yang merupakan keunikan karakter, dan ayat di atas menjadikan kesabaran sebagai solusi.
Dari Aisyah: “Tidak pernah keluarga Muhammad saw makan sampai kenyang dengan roti gandum untuk tiga malam berturut-turut sejak kedatangan mereka
di Madinah hingga wafatnya” (HR Muslim).
Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi Wasallam dan keluarganya hidup sangat sederhana, namun mereka menjadi qudwah bahwa orang-orang miskin pun bisa bahagia. Karena kebahagiaan berada di ketenangan hati (QS. Al Fajr: 27 – 30).
“… Jika mereka miskin Alloh akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Alloh Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur: 32).
Kendala ekonomi bukanlah penghambat menikah. Ketika kedua pasangan
sepakat bahwa tujuan utama mereka adalah mendekatkan diri pada Alloh,
maka masalah ekonomi, ego keluarga, dan ejekan orang lain akan dapat ditepis. Sehingga mendapatkan istri shalihah merupakan faktor utama keberlangsungan pernikahan.
“Perempuan itu lazimnya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena (kemuliaan) keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah perempuan yang memiliki agama, (jika tidak) maka binasalah engkau” (HR. Bukhari dan Muslim).
“… wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Alloh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah memelihara (mereka) …” (QS. An Nisaa’: 34).
“Tidak ada manfaat yang lebih baik bagi seorang Mukmin setelah takwa kepada Alloh selain dari pada isteri yang salehah. Jika memerintah padanya, ia mematuhinya. Jika memandang padanya, ia menggembirakannya. Jika suaminya tidak ada di sisinya, ia menjaga harta dan dirinya.” (HR. Ibnu Majah).
Calon istri ideal tidak harus cantik atau kaya. Calon istri idaman ialah yang berkarakter kokoh, sholihah sebagaimana disampaikan dalam ayat dan hadits di atas. Dia tidak menjadikan harta sebagai ukuran, dia siap untuk berjuang bersama, dan dialah yang akan menjadi bidadari tercantik di surga.
Karena sesungguhnya dunia itu sementara dan sangat singkat. “Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.” (QS. An Naazi´aat: 46).
Sedangkan akhirat adalah abadi, yang satu harinya adalah 1000 tahun waktu dunia.“Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj: 47).
~Sifat-sifat Bidadari Syurga menurut Al-Qur'an ~
Bidadari surga adalah makhluk yang sangat dirindukan oleh orang-orang yang beriman. Allah swt. menganugrahkan sifat-sifat terindah kepada para bidadari surga dan memberi mereka perhiasan-perhiasan terbaik.
Ath-Thabrani meriwayatkan sebuah hadist yang berasal dari Ummu Salamah r.a., istri Rasulullah saw.
Ia berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah mengenai firman Allah,
'Dan (di dalam surga itu) ada bidadari yang bermata jeli.' (al-Waaqi'ah:22)
Beliau lalu bersabda, 'Jeli (hur) berarti sangat putih matanya. Sedangkan yang disebut mata indah ('in) berarti matanya lebar (besar). Rambutnya berkilau indah seperti sayap burung nasar.'
Aku bertanya lagi tentang makna ayat,
'Laksana mutiara yang tersimpan baik.' (al_Waaqi'ah: 23)
Beliau pun bersabda, 'Maksudnya, bersihnya mereka seperti bersihnya mutiara yang berada dalam cangkangnya, yang belum pernah tersentuh tangan manusia.'
Aku bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah, beritahu pula aku tentang makna firman Allah,
Di dalan surga-surga itu ada bidadari -bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik." (ar-Rahmaan: 70)
Beliau bersabda, 'Akhlaknya baik (khairat) dan wajahnya cantik'
Aku bertanya lagi, 'Terangkan pula tentang firman Allah,
'Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik.' (ash-Shaaffat: 49)
Beliau bersabda, 'Kelembutan kulit mereka seperti lembutnya kulit telur bagian dalam yang kamu lihat, yang tertutup oleh cangkang telur.'
Aku bertanya lagi, 'Terangkan pula tentang firman Allah,
'Penuh cinta ('uruban) lagi sebaya umurnya (atraban).' (al-Waaqi'ah: 37)
Beliau bersabda, 'Mereka adalah para wanita yang telah wafat di dunia dalam keadaan tua renta, matanya sudah rabun dan beruban rambutnya. Setelah itu Allah swt. kembali menciptakan mereka, dan menjadikan mereka perawan lagi. 'Uruban artinya penuh cinta dan kasih sayang. Sedangkan atraban bermakna mereka lahir dalam satu waktu (usia mereka semua sama).'
Aku bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah, mana yang lebih utama: wanita dunia atau bidadari?'
Beliau menjawab, 'Wanita-wanita dunia lebih utama dari bidadari, seperti kelebihan apa yang tampak dari apa yang tidak tampak.'
Aku bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah, mengapa demikian?'
Beliau bersabda, 'Karena shalat mereka, puasa mereka, dan ibadah mereka karena Allah. Allah Ta'ala memberi cahaya di wajah mereka. Mereka mengenakan sutra di tubuhnya. Warna kulit mereka putih, pakaian mereka hijau, perhiasan mereka kuning, pedupan mereka mutiara, dan sisir mereka adalah emas. Mereka mengatakan: kami adalah perempuan-perempuan abadi yang takkan mati. Kami adalah perempuan-perempuan bahagia yang takkan pernah miskin. Kami adalah perempuan-perempuan penduduk tetap yang takkan pindah selamanya. Ketahuilah, kami adalah perempuan-perempuan yang ridha dan takkan marah selamanya. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami menjadi miliknya.'
Aku bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah, di antara kami ada yang menikah dua kali, tiga kali, dan empat kali, kemudian ia wafat dan masuk surga. Sedangkan para suami itu juga masuk surga bersamanya. Lalu, pria mana yang akan menjadi suaminya di surga kelak?'
Beliau menjawab, 'Hai Ummu Salamah, nanti dia akan memilih, mana yang paling baik akhlaknya. Wanita itu nanti akan berkata: "Ya Tuhan, laki-laki itu paling baik akhlaknya kepadaku di antara lainnya saat hidup bersama di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya." Maka wahai Ummu Salamah. akhlak yang baik itu akan membawa kebaikan di dunia dan akhirat.'" (HR. ath_Thabrani)
Bersanding dengan Bidadari
Diceritakan dari Abdul Wahid bin Zaid yang berkata: Dahulu aku pernah naik sebuah perahu. Tiba-tiba bertiuplah angin ribut, sehingga kami semua terdampar di sebuah pulau. Di sana aku sempat menjumpai seorang lelaki penyembah berhala.
Kami kemudian bertanya kepadanya, “Wahai Fulan! Siapakah yang sedang kamu sembah itu?”
Lelaki itu kemudian menunjuk ke sebuah berhala, dan kami kembali bertanya, “Di perahu, kami mempunyai seorang teman yang biasa membuat benda seperti ini (berhala). Akan tetapi, benda ini bukanlah merupakan sembahan sepertimana Tuhan!”
“Lalu, siapa yang kalian sembah?” tanya lelaki penyembah berhala itu.
“Allah,” jawab kami.
“Siapa Allah itu?” tanyanya.
“Zat di mana Arasy-Nya ada di langit, kekuasaan-Nya ada di bumi dan keputusan-Nya berlaku bagi yang masih hidup serta yang telah mati,” jawab kami semua.
“Bagaimana kalian dapat mengenali-Nya?” tanya lelaki itu lagi.
“Tuhan kami telah mengutus seorang utusan yang mulia dan beliaulah yang menerangkan semua itu,” jawab kami.
“Lalu, apa yang dilakukan oleh utusan itu?” tanyanya.
“Beliau telah menyampaikan risalahnya dan kemudian beliau pun wafat,” jawab kami serentak.
“Apakah beliau tidak meninggalkan sebuah bukti kepada kalian?” tanya lelaki penyembah berhala itu.
“Ya, beliau meninggalkan kitab Allah,” jawab kami lagi.
“Tolong perlihatkan kepadaku kitab Allah itu, aku yakin kitab-kitab Allah itu indah sekali,” kata lelaki tadi.
Kami pun mengambilkan sebuah mushaf. Setelah melihatnya, dia berkata, “Aku tidak pernah tahu kitab ini!”
Kami lalu membacakan sebuah surah Al-Qur’an dan ketika kami membacanya, dia pun menangis hingga kami selesai membaca satu surah. Selepas kami membacanya, dia pun berkata, “Sudah selayaknya Pemilik kalam ini tidak diderhakai.”
Akhirnya lelaki penyembah berhala itu pun masuk Islam, dan ikut bersama kami. Kami ajarkan hukum-hukum Islam serta sebahagian surah-surah Al-Qur’an kepadanya.
Saat malam tiba, selepas melakukan solat Isyak, kami merebahkan diri di pembaringan, lelaki itu kemudian berkata, “Wahai saudaraku! Apakah Tuhan yang telah kalian tunjukkan kepadaku ini ketika malam tiba Dia juga tidur?”
“Tidak, wahai hamba Allah! Dia adalah Maha Besar, Maha Berdiri sendiri dan tidak akan pernah tidur,” jawab kami semua.
“Kalau begitu. orang paling buruk adalah kalian semua. Kalian semua tidur, sedang Tuhan kalian tidak pernah tidur,” kata lelaki tadi.
Kami semua kagum oleh kata-katanya itu, maka ketika kami sampai di daerah Ubbadan, hal ini kuberitahukan kepada teman-temanku, “Dia baru saja masuk agama Islam.”
Kami mengumpulkan beberapa keping uang dirham, selanjutnya kami berikan kepadanya. Saat kami serahkan, dia berkata, “Apa ini?”
“Kami berikan ini kepadamu,” jawab kami.
“Laa ilaaha illallaah, kalian telah menunjukkan aku ke sebuah jalan yang selamanya belum pernah kalian lalui. Dahulu aku berada di sebuah jazirah dengan menyembah berhala, tetapi berhala itu tidak pernah membuat aku hidup miskin. Maka sekarang tidak mungkin Tuhan yang aku sembah ini akan membuat aku susah, sedang aku sendiri mengingati-Nya siang dan malam,” kata lelaki itu.
Selang beberapa hari, aku mendapat khabar bahwa lelaki itu menderita sakit parah. Aku datang menjenguk dan bertanya kepadanya, “Adakah yang dapat kubantu untukmu?”
“Yang dapat membantuku adalah orang yang bersama kalian ke jazirah tempat tinggalku,” demikian jawabnya.
Pada saat itu mataku terasa mengantuk sekali hingga akhirnya aku pun tertidur di sisinya. Di dalam tidur aku bermimpi bahawa di makam Ubbadan ada sebuah taman dan di taman itu ada sebuah kubah. Di dalam kubah tersebut ada sebuah pembaringan. Di atasnya duduk seorang bidadari jelita yang belum pernah kulihat sebelumnya.
Gadis itu kemudian berkata, “Demi Allah, aku memohon kepadamu agar dia datang secepatnya. Sungguh, aku telah rindu kepadanya!”
Aku pun terbangun dan ternyata setelah kuamati lelaki itu sudah meninggal dunia. Aku ikut merawat jenazahnya, mulai dari memandikan, mengafani, menyembahyangkan dan seterusnya menguburkannya.
Tengah malam aku bermimpi bertemu dengan lelaki itu, dia berada dalam kubah bersanding dengan bidadari yang kujumpai dalam mimpiku sebelumnya. Aku dengar lelaki itu sedang membaca ayat yang bermaksud: ….sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), “Salamun ‘alaikum bima shabartum (salam sejahtera buat kalian semua atas kesabaran kalian semua).” Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.”
(Ar-Ra’d: 23-24)
Kredit untuk penulis...terima kasih tidak terhingga pada penulis cerita ini..........
Tuesday, 1 November 2011
diantara 6 ciri utama isteri yang solehah
Posted on August 7, 2009 by aku
Sifat-sifat isteri yang baik adalah:
1 ) Ada ciri-ciri keselarian dengan suami.
Sebagai isteri hendaklah dia melahirkan ciri-ciri keselarian dengan suami.Isteri hendaklah menjadikan dirinya sumber kekuatan jiwa dan menjadi pendorong serta pembantu perjuangan suami,bukannya penghalang.
Sebagai isteri hendaklah dia melahirkan ciri-ciri keselarian dengan suami.Isteri hendaklah menjadikan dirinya sumber kekuatan jiwa dan menjadi pendorong serta pembantu perjuangan suami,bukannya penghalang.
2 ) Menjadi teman atau penghibur suami
Isteri hendaklah menjadi teman bercakap dengan melayan fikiran suami.Iaitu dengan menumpukan sepenuh perhatian apabila suami bercerita.Sikap acuh takk acuh akan mengakibatkan perasaan suami tersinggung dan hilang minat untuk bercakap-cakap lagi.Sekiranya berterusan si suami akan dihinggapi penyakit suka mengelamun sendirian di rumah.Akibatnya bukan suami saja yang menderita malahan isteri juga akan menanggung seksa batin.
Isteri hendaklah menjadi teman bercakap dengan melayan fikiran suami.Iaitu dengan menumpukan sepenuh perhatian apabila suami bercerita.Sikap acuh takk acuh akan mengakibatkan perasaan suami tersinggung dan hilang minat untuk bercakap-cakap lagi.Sekiranya berterusan si suami akan dihinggapi penyakit suka mengelamun sendirian di rumah.Akibatnya bukan suami saja yang menderita malahan isteri juga akan menanggung seksa batin.
3 ) Pandai mengambil hati suami
Isteri hendaklah mengucapkan perkataan-perkataan yang menyenangkan suami.Elakkan dari berkata-kata hal yang tidak di sukai suami.Elakkan dari merungut-rungut tentang kesusahan dan keperluan hidup.Lelaki akan menderita sekali kalau orang dibawah tanggungjawabnya menderita.Jangan diapi-apikan apabila suami dalam keadaan marah.Banyakkan sebut kalimah Allah kerana kata-kata itu akan melunakkan hati suami.
Isteri hendaklah mengucapkan perkataan-perkataan yang menyenangkan suami.Elakkan dari berkata-kata hal yang tidak di sukai suami.Elakkan dari merungut-rungut tentang kesusahan dan keperluan hidup.Lelaki akan menderita sekali kalau orang dibawah tanggungjawabnya menderita.Jangan diapi-apikan apabila suami dalam keadaan marah.Banyakkan sebut kalimah Allah kerana kata-kata itu akan melunakkan hati suami.
4 ) Menjadi pelayan kepada suami
Kalau suami dilayan dengan baik,jiwanya akan hidup dan akan menjadi pejuang yang hebat.Kalau tidak dilayan,suami akan merasa hampa dan mati jiwanya.Isteri -isteri yang cerdik akan memahami seni melayan suami.
Kalau suami dilayan dengan baik,jiwanya akan hidup dan akan menjadi pejuang yang hebat.Kalau tidak dilayan,suami akan merasa hampa dan mati jiwanya.Isteri -isteri yang cerdik akan memahami seni melayan suami.
5 ) Memahami selera suami
Pelajarilah dan fahamilah selera suami.Walaupun bukan hukum fardu ke atas isteri ,tetapi kerelaanya menjalankan tugas itu menjadi lambang keluhuran jiwa.Suami akan merasa senang dan gembira sekiranya dilayan makan minum mengikut selera yang digemarinya.
Pelajarilah dan fahamilah selera suami.Walaupun bukan hukum fardu ke atas isteri ,tetapi kerelaanya menjalankan tugas itu menjadi lambang keluhuran jiwa.Suami akan merasa senang dan gembira sekiranya dilayan makan minum mengikut selera yang digemarinya.
6 ) Sedia berkhidmat untuk suami
Isteri yang solehah sedia berbuat apa sahaja untuk suami.Iaitu melayan tabi’i dan tuntutan semulajadi suami.Jimak hanya sebahagian dari sudut tuntutan tabi’i.Isteri hendaklah sentiasa berhias diri,sesuai cara bersolek dan pakaiannya,dan berwangi-wangian di samping suami
Isteri yang solehah sedia berbuat apa sahaja untuk suami.Iaitu melayan tabi’i dan tuntutan semulajadi suami.Jimak hanya sebahagian dari sudut tuntutan tabi’i.Isteri hendaklah sentiasa berhias diri,sesuai cara bersolek dan pakaiannya,dan berwangi-wangian di samping suami
Subscribe to:
Posts (Atom)







